Showing posts with label Arkeologi. Show all posts
Showing posts with label Arkeologi. Show all posts
Benarkah Ada Piramida di Gunung Sadahurip dan Lalakon?

Benarkah Ada Piramida di Gunung Sadahurip dan Lalakon?

foto
Rumor adanya bangunan piramida di dalam Gunung Lalakon dan Sadahurip membuat penasaran sejumlah pakar geologi di Bandung. Sejak tahun lalu, mereka ikut meneliti di lokasi dan mengkaji sejarah pembentukan kedua gunung tersebut. Hasilnya, mereka yakin kedua gunung itu terbentuk alami, bukan berisi piramida ciptaan manusia.

Menurut pengurus Ikatan Ahli Geologi Indonesia, Sujatmiko, berdasarkan kajian geologi, ia sudah bisa memastikan dalam dua jam. Gunung Lalakon dan Sadahurip tidak berisi piramida. "Itu gunung api kecil berbentuk (limas) piramida, tapi bukan piramida," ujarnya di Auditorium Museum Geologi Bandung.

Menurut dia, tak perlu menggali tubuh gunung untuk membuktikannya, melainkan cukup dari morfologi. Batuan di kedua gunung tersebut sebagian besar merupakan andesit atau batu belah. Pada singkapan batuan, kata Sujatmiko, tidak ada kandungan mineralnya. "Tidak ada batu mulia atau emas di sana," katanya.

Ia mempertanyakan dugaan adanya penimbunan batu atau bronjong oleh manusia zaman dulu untuk menutupi piramida. Sebab, batunya berukuran besar-besar. "Bagaimana mengangkutnya? Pakai helikopter?" tanyanya.

Gunung Lalakon berada di daerah Soreang, Kabupaten Bandung. Sedangkan Gunung Sadahurip berada di Kecamatan Pangatikan, Kabupaten Garut. Yayasan Turangga Seta, kata Sujatmiko, mengklaim kedua gunung tersebut berisi piramida.

Selain dari bentuknya yang agak mirip dari sisi tertentu, yayasan itu juga mengajak para ahli kebumian dari Bandung untuk membuktikan piramida tersebut.

Peneliti utama dari Balai Arkeologi Bandung, Lutfi Yondri, juga mengatakan tak ada jejak artefak atau peninggalan buatan manusia di kedua gunung tersebut. "Di Indonesia tidak ada budaya piramida, kecuali punden berundak," ujarnya.

Adapun pakar gempa dari Geoteknologi LIPI, Eko Yulianto, mengatakan para ilmuwan harusnya mengumpulkan bukti yang kuat dulu sebelum membuat kesimpulan. Ia mencontohkan kasus penemuan fosil manusia purba di Gua Pawon yang sebelumnya tak dipercaya Balai Arkeologi.

Menurut peneliti yang ikut dalam penggalian piramida di kedua gunung tersebut, masih ada yang belum terungkap soal gunung piramida itu sehingga menimbulkan kontroversi.

Sumber: http://www.tempo.co/read/news/2012/02/04/095381702/Benarkah-Ada-Piramida-di-Gunung-Sadahurip-dan-Lalakon

7 Reruntuhan Kuno di Bawah Laut Yang Paling Menarik

Istana Cleopatra di Alexandria (Mesir)


Lepas pantai Alexandria, kota dari Alexander Agung, terletak apa yang diyakini sebagai puing-puing kerajaan kuartal Cleopatra. Sebuah tim arkeolog kelautan yang dipimpin oleh Prancis Franck Goddio melakukan penggalian di kota kuno ini dari tempat Cleopatra, ratu terakhir Ptolemies, yag memerintah Mesir. Sejarawan percaya situs ini tenggelam oleh gempa bumi dan gelombang pasang lebih dari 1.600 tahun yang lalu.

Penggalian berkonsentrasi pada pulau Antirhodus yang terendam. Cleopatra dikatakan telah memiliki sebuah istana di sana. Penemuan lain termasuk kapal karam yang terawat baik dan granit merah dengan tulisan Yunani.Juga ditemukan sphinx yang dikatakan untuk mewakili ayah Cleopatra, Raja Ptolemeus XII. Artefak masih tetap ditempat semula, karena Pemerintah Mesir memnginginkan tempat itu untuk menciptakan sebuah museum bawah air.



Kota Paling Keji Di Bumi, Port Royal (Jamaica)


Port Royal adalah satu kota yang hancur akibat gempa bumi di Jamaika pada 7 Juni 1692. Sebelumnya Port Royal dikenal dengan sebutan "Kota Paling Keji di Bumi", karena disana tempat konsentrasi bajak laut, pelacur dan rum.

Dalam beberapa menit saja kota seluas hampir 33 hektar termasuk gedung-gedung, jalan dan rumah-rumah penduduk beserta isinya hilang ditelan air laut. Hari ini, kota metropolis bawah air tinggal menyisakan sekitar 13 hektar, pada kedalaman mulai dari beberapa inci sampai 40 meter.

Pada tahun 1981, Program Archaeology Nautical Texas A & M University, bekerja sama dengan Institute of Nautical Archaeology (INA) dan Jamaika National Heritage Trust (JNHT), memulai penyelidikan arkeologi bawah air mulai dari bagian terendam abad ke-17 kota Port Royal , Jamaika. Sekarang bukti menunjukkan bahwa sementara daerah Port Royal yang terletak di sepanjang tepi pelabuhan hancur ketika mereka tenggelam, menghancurkan sebagian besar konteks arkeologi, daerah yang diselidiki oleh TAMU / INA, terletak agak jauh dari pelabuhan, tenggelam secara vertikal, horisontal dengan sedikit gangguan.


The submerged temples of Mahabalipuram (India)


Menurut kepercayaan populer Kuil Mahabalipuram bukan suatu kuil, tetapi yang terakhir dari serangkaian tujuh candi, enam di antaranya telah tenggelam. Penemuan bangunan utama reruntuhan itu terjadi pada bulan April 2002 di lepas pantai Mahabalipuram di Tamil Nadu, India Selatan, pada kedalaman 5 hingga 7 meter (15-21 kaki) dilakukan oleh tim gabungan dari Dorset Scientific Exploration Society (SES) dan India's National Institute of Oceanography (NIO). Penyelidikan di lokasi masing-masing batu, sisa-sisa tembok yang tersebar, batu persegi dan blok persegi panjang dan platform besar dengan undak-undakan yang menuju ke sana. Semua ini berbaring di tengah-tengah formasi geologis batuan lokal.

Terdapat 4 sosok singa di empat lokasi, reruntuhan itu disimpulkan menjadi bagian dari kompleks candi. Dinasti Pallava, yang menguasai wilayah itu selama abad ke-7 Masehi, dikenal memiliki banyak bangunan batu keras seperti struktural candi di Mahabalipuram dan Kanchipuram.


Yonaguni-Jima, Bangunan berumur 8000 tahun (Japan)


Terletak 68 kilometer dari pantai timur Taiwan, Kepulauan Yonaguni adalah tempat yang luar biasa karena garis pantai yang berbatu dan pegunungan. Reruntuhan yang terendam itu terletak di pantai selatan Yonaguni: 100 × 50x25 meter artefak buatan manusia dari lembaran batu berdiri tegak. Itu diperkirakan berusia sekitar 8.000 tahun, yang sangat awal untuk jenis teknologi yang telah digunakan untuk ukiran itu. Ada teori yang berbeda tentang kemungkinan identitas struktur ini.

Sementara orang mengatakan ini adalah sisa-sisa reruntuhan Benua Mu yang hilang, arkeolog menyebutnya merupakan hasil dari proses geologis yang tak dapat dijelaskan. Dan ketika anda melihat lorong-lorong yang dirancang halus dan tangga, ide untuk mengatakan ini adalah "fenomena alam 'akan muncul.

Bangunan megalith ini ditemukan tanpa sengaja oleh seorang penyelam olahraga pada tahun 1995 ketika ia telah menyimpang melampaui batas yang diperbolehkan dari pantai Okinawa. Hal yang menarik dari bangunan batu besar ini adalah bahwa lengkungan itu terbuat dari batu indah berupa blok bantalan dan memiliki kemiripan dengan gaya arsitektur bangunan dari peradaban Inca.Perdebatan yang luas tentang reruntuhan itu dikaitkan sebagai Induk peradaban prasejarah.


Pavlopetri (Yunani)


Kota kuno Pavlopetri terletak pada tiga sampai empat meter di lepas pantai selatan Laconia di Yunani. Tanggal reruntuhan dari setidaknya sampai 2800 SM. Ditemukan bangunan utuh, halaman, jalan-jalan, kamar makam dan tiga puluh tujuh Cist kuburan yang dianggap berasal dari periode Mycenaean (1680-1180 SM).Ini termasuk fase Zaman Perunggu yunani yang termasuk dalam banyak literatur Yunani Kuno dan mitos, termasuk Homer's Age of Heroes.

Situs Mycenaean menawarkan pengetahuan baru tentang cara hidup dan sistem kerja pada waktu itu, mengingat hanya sedikit pengetahuan tentang itu, yang menurutnya orang-orang Mycenaean hanya memperluas kekuasaan mereka ke arah laut.


Poet Dwarka (India)


Di antara yang paling menarik dari penemuan-penemuan arkeologi yang dibuat di India dalam beberapa tahun terakhir adalah yang dibuat di lepas pantai dan Bet Dwarka Dwarka di Gujarat. Penggalian telah berlangsung sejak 1983. Ini adalah dua tempat yang terpisah 30 km satu sama lain. Dwarka berada di pantai laut Arab, dan Bet Dwarka adalah di Teluk Kutch. Kedua tempat ini dihubungkan dengan legenda tentang Kresna yang baik,Ada banyak candi di sini, terutama yang termasuk ke dalam periode abad pertengahan.

Dinilai sebagai salah satu dari tujuh kota paling tua di negara ini, kota legendaris Dvaraka adalah tempat kediaman Lord Krishna. Hal ini diyakini bahwa akibat kerusakan dan kehancuran oleh laut, Dvaraka telah tenggelam enam kali.


Desa Yang Hilang (Canada)


"Desa Yang Hilang" terletak di provinsi Ontario Kanada, di bekas kotapraja Cornwall dan Osnabruck (sekarang Stormont Selatan) dekat Cornwall, yang tenggelam secara permanen akibat penciptaan Seaway St Lawrence pada tahun 1958.

sumber: http://www.strov.co.cc/2010/02/7-reruntuhan-kuno-di-bawah-laut-yang.html
Ditemukan Saluran Air Mutakhir Bangsa Maya

Ditemukan Saluran Air Mutakhir Bangsa Maya

Saluran air bangsa Maya di kota Palenque Meksiko, diketahui sebagai contoh pertama rekayasa tekanan air di dunia, menurut peneliti.

Kolaborasi dua peneliti University of Pennsylvania, seorang arkeolog dan ahli hidrologi menemukan bukti bagaimana bangsa Maya menggunakan saluran air yang diatur dengan tekanan dan masih belum diketahui proses detilnya.

“Sistem tekanan air sebelumnya diperkirakan diperkenalkan oleh bangsa Spanyol ketika kedatangannya,” ujar peneliti dalam Journal of Archaeological Science terbaru.
Tetapi kemudian berdasarkan data arkeologis, kondisi iklim musiman, bentuk geomorfologi dan teori hidrolik jelas menunjukkan bahwa bangsa Maya di Palenque Chiapas Meksiko telah menerapkan pengetahuan empiris dari saluran air bertekanan tertutup sebelum hadirnya bangsa Eropa.

Teknologi tersebut pertama kali teridentifikasi pada 1999 saat survei pemetaan. Sementara saluran air yang mengalir di bawah kawasan kota belum diketahui.
Kemudian pada tahun 2006, seorang arkeolog kembali ke Palenque bersama seorang ahli hidrologi untuk memeriksa fitur air yang tidak biasa.

Area Palenque pertama kali dihuni pada tahun 100 masehi, namun tumbuh lebih besar ketika periode klasik Maya berlangsung, yakni tahun 250 hingga 600 masehi. Kota tersebut ditinggalkan sekitar tahun 800 masehi.

“Di bawah kondisi alamiah rasanya sulit membayangkan bangsa Maya membuat contoh tekanan air yang teratur di dunia mereka,” ujar Christopher Duffy, profesor rekayasa teknik sipil dan lingkungan.

Saluran air bawah tanah sebagai akuaduk bukan hal yang umum di Palenque, karena bangsa Maya membangun kota dalam area kecil di atas tebing besar yang panjang.
Untuk membuat lahan yang tersedia layak dihuni, bangsa Maya di Palenque membuat rute saluran di bawah kota melalui akuaduk.

“Mereka menciptakan ruangan kota,” ujar Kirk French, dosen antropologi.
“Ada saluran di dalam area setiap 300 kaki atau menyeberangi tebing. Sangat sedikit tanah yang bisa dibangun.”

Saluran tersebut juga berguna di musim hujan sehingga bahaya banjir bisa diantisipasi setidaknya sebagian dialirkan dan dikontrol.
Saluran yang diteliti oleh para ahli bernama akuaduk Piedras Bolas yang berlokasi di atas permukaan tanah yang terjal dengan ketinggian 20 kaki

http://jelajahunik.blogspot.com/2010/05/ditemukan-saluran-air-mutakhir-bangsa.html
7 Suku Kanibal Paling Berbahaya Di Dunia

7 Suku Kanibal Paling Berbahaya Di Dunia

Berikut ini adalah informasi menarik dari 7 suku kanibal paling berbahaya di dunia yang sampai saat ini masih terdengar keberadaanya.

1. Suku Karibia
7 Suku Kanibal Paling Berbahaya Yang Pernah Ada Di Dunia
Nama suku inilah yang menjadi sebutan untuk orang yang memakan orang lain. Suku ini diketahui merupakan suku pertama di dunia yang melakukan praktek kanibalisme. Oleh para pelaut biasa disebut “The Carib people of the Lesser Antilles”. Nama ini diberikan oleh colombus dalam catatannya dengan menyebut nama “caniba” (yang merupakan kata lain dari kariba yang artinya “orang yang memakan orang”). Para suku karibia ini biasanya melakukan kanibalisme kepada musuhnya,namun semenjak masuknya agama kristen kesana,perlahan lahan budaya itu mulai hilang.

2. Suku Aztec
7 Suku Kanibal Paling Berbahaya Yang Pernah Ada Di Dunia
Suku aztec tidak diragukan lagi sebagai suku yang paling brutal sebelum ditemukannya benua amerika oleh colombus. Mereka melakukan ribuan pengorbanan menggunakan manusia tiap tahunnya. Korban biasanya dicabut jantungnya yang masih dalam keadaan berdetak selagi hidup. Lalu tubuhnya dijadikan masakan untuk dimakan beramai-ramai.

3. Suku Asli Amerika
7 Suku Kanibal Paling Berbahaya Yang Pernah Ada Di Dunia
Pada masa awal penaklukan benua amerika, banyak sejarawan bercerita bahwa suku-suku Indian di Amerika melakukan praktek kanibalisme. Walaupun sekarang masih jadi perdebatan namun banyak yang mengaku memiliki bukti praktek kanibalesme oleh suku-suku Indian. Contohnya suku indian karankawa di texas, pada tahun 1768 seorang pendeta yang berasal dari spanyol menyaksikan dan merekam ritual yang dilakukan karankawa kepada musuhnya yang disandera. Mereka mengelilingi korban tersebut dan secara bergantian memotong kulit/daging korbannya lalu memakan nya di depan mata korbannya.

4. Suku-suku di Afrika
7 Suku Kanibal Paling Berbahaya Yang Pernah Ada Di Dunia
Penduduk di benua ini masih melakukan praktek kanibalisme sampai saat ini. Walaupun secara kasat mata tidak pernah terlihat, banyak saksi mata melaporkan adanya aktivitas perdagangan organ tubuh manusia disana. Disertai bukti banyak warga pendatang yang hilang saat berlibur/melintas disana. Biasanya penculikan dilakukan oleh orang-orang kriminal. Disebutkan juga, pada saat perang Kongo ke 2 dan perang sipil di Liberia dan Sierra Leone sering terjadi aksi kanibalisme disana.

5. Suku Fiji
7 Suku Kanibal Paling Berbahaya Yang Pernah Ada Di Dunia
Budaya kanibalisme juga diketahui telah menyebar di kawasan Polinesia dan Melanesia. Sebagai contoh, Fiji dikenal sebagi pulau para kanibalisme. Seorang kepala suku fiji mengakui telah memakan 875 orang dan sangat membanggakannya.

6. Suku Korowai
7 Suku Kanibal Paling Berbahaya Yang Pernah Ada Di Dunia
Suku korowai di Papua, Indonesia diketahui sebagai suku yang masih tersisa di dunia dan melakukan kanibalisme hingga saat ini. Mereka biasanya memakan anggota sukunya yang dicurigai sebagai penyihir. Biasanya mereka memakan otaknya selagi masih dalam keadaan hangat. Kediaman mereka biasanya berada diatas pohon yang tinggi berguna untuk melindungi dari musuh-musuhya.

7. Suku Maori
7 Suku Kanibal Paling Berbahaya Yang Pernah Ada Di Dunia
Suku maori di Selandia Baru merupakan suku kanibal yang pernah terdokumentasikan dengan sangat baik. Kanibalisme sudah menjadi bagian dari kebudayaan maori,dan mereka tidak pernah berhenti memakan musuhnya. Ketika kapal Inggris, The Boyd, berlabuh dan para awaknya membunuh anak dari kepala suku maori, para pejuang suku maori membalas dendam dgn membunuh dan memakan 66 awak kapal tersebut.kejadian ini yang akhirnya terkenal sebagai “body massacre”.

sumber: http://www.rubrikasik.com/2010/11/7-suku-kanibal-paling-berbahaya-yang.html
Manusia Sudah Memancing Sejak 42.000 Tahun Lalu

Manusia Sudah Memancing Sejak 42.000 Tahun Lalu

detail berita
ilustrasi (foto : The Raw Story)
CANBERRA - Artifak 39 ribu tulang ikan dan tiga batang pancing dalam gua batu kapur di Jerimalai, Timor Timur, menunjukkan bahwa manusia telah sangup memancing sejak 42 ribu tahun yang lalu.

Menurut Sue O'Connor dari Department of Archaeology and Natural History di Australian National University, artifak-artifak tersebut ditemukan pada ketinggian 50 meter di atas permukaan laut.

"Sebelumnya tidak ada petunjuk tentang teknologi kelautan seperti apa yang dimiliki manusia pada 40 ribu tahun lalu. Penelitian ini menunjukkan bahwa manusia memiliki kemampuan untuk membuat kail dan memasang benang pada kail tersebut. Jika dapat membuat benang dari serat, orang bisa membuat jaring, dan mungkin menggunakan serat itu di kapal," terang O'Connor.

"Ini memberi kita banyak informasi tentang cara hidup di pulau yang sangat kecil tersebut, dalam perjalanan mereka ke Australia," tambahnya.

Dilansir Reuters), O'Connor dan rekan-rekannya mempublikasikan penemuannya dalam jurnal Science. Mereka menemukan tulang-belulang dan kail di sebuah lubang penguji seluas satu meter persegi, dan berjarak 300 meter dari bibir pantai.

"Seluruh tulang yang ada di sana adalah sisa-sisa makan manusia 40.000 tahun yang lalu. Mereka hidup di lubang perlindungan tersebut, dan beruntungnya kami menemukan seluruh benda di gua kapur tersimpan dengan baik, " tambah O'Connor

Kail yang ditemukan di gua itu, nampak terbuat dari cangkang Trochus, sejenis siput laut berukuran besar. Sedangkan pelacakan terhadap tulang ikan mengungkap setidaknya terdapat 23 spesies ikan. Jumlah tersebut termasuk dengan tuna, unicorn fish, parrot fish, trevallies, trigger fish, kakap, kaisar dan kerapu.


Sumber: http://techno.okezone.com/read/2012/01/16/56/557952/manusia-sudah-memancing-sejak-42-000-tahun-lalu
Inilah Wajah-wajah Nenek Moyang Manusia

Inilah Wajah-wajah Nenek Moyang Manusia

Daily Mail Sahelanthropus tchadensis


Daily Mail Homo erectus


Daily Mail Homo neanderthalensis
Daily Mail Homo rudolfensis

Alkisah, spesies manusia pertama kali muncul di Afrika dan kemudian menyebar ke seluruh penjuru Bumi. Dalam penyebarannya, proses evolusi berlangsung menyesuaikan dengan tempat tinggal serta gaya hidup.

Ada beragam fosil nenek moyang manusia alias manusia purba yang ditemukan. Namun, banyak penemuan tak disertai dengan gambaran wajah manusia purba yang sebenarnya. Alhasil, manusia saat ini pun kesulitan membayangkan leluhurnya.

Sebuah pameran di Dresden, Jerman, akhir-akhir ini berupaya menyajikan wajah manusia purba yang lebih realistis. Ilmuwan yang ikut terlibat menggunakan teknik digitalisasi komputer untuk menggambarkan 27 wajah manusia purba yang direkonstruksi berdasarkan fosil yang ditemukan.

Salah satu yang digambarkan adalah Sahelanthropus tchadensis. Spesies itu adalah spesies manusia paling purba, hidup 7 juta tahun lalu, sebelum manusia dan simpanse terpisah secara genetik berdasarkan teori evolusi.

Spesies lain adalah Homo rudolfensis yang hidup 2 juta tahun lalu. Berdasarkan hasil rekonstruksi, spesies ini memiliki rahang lebar, hidung pesek, mata relatif sempit, serta dahi kecil.

Tak ketinggalan pula Homo erectus yang hidup 1 juta tahun lalu. Satu teori menyebutkan bahwa spesies ini berasal dari Afrika, lalu bermigrasi ke India, China, dan Jawa. Teori lain menyebutkan bahwa spesies ini berasal dari Asia dan pindah ke Afrika.

Ada pula Homo neanderthalensis yang diperkirakan merupakan kerabat terdekat Homo sapiens, manusia modern. Jenis ini hidup sekitar 60.000 tahun lalu. Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa manusia modern pernah kawin dengan spesies ini.

Ada banyak versi tentang asal-usul manusia. Teori "Out of Africa" adalah yang paling kuat, tetapi banyak pula tandingannya. Pameran ini berupaya memperkenalkan lokasi penggalian di Afrika dan hasil penelitian para arkeolog dengan cara yang lebih menarik.


Sumber:http://sains.kompas.com/read/2012/01/09/18201687/Inilah.Wajah-wajah.Nenek.Moyang.Manusia

Fosil Ikan Tertua di Bumi Ditemukan

Fosil Ikan Tertua di Bumi Ditemukan

  
Para peneliti dari Philadelphia, Amerika Serikat, menemukan fosil ikan purba yang usianya jauh lebih tua dari dinosaurus. Seperti dilansir dari CBSworld, para ilmuwan dari Akademi Ilmu Pengetahuan Alam, di Logan Circle menemukan ikan lamban yang disebut Laccognathus embryi.

Laccognathus adalah ikan besar yang panjangnya lima sampai enam meter. Ikan itu memiliki kepala berbentuk pipih, mata yang sangat kecil dengan mulut dan gigi yang sangat besar.

Laccognathus embryi diperkirakan hidup 375 juta tahun yang lalu, sebelum binatang hidup di darat atau selama masa transisi. Laccognathus tampaknya memiliki sirip yang lebih mirip seperti anggota tubuh. Hal itu mungkin menunjukkan perannya dalam evolusi berbasis air sebagai perenang, kemudian berubah untuk menjadi kaki saat berada di darat.

"Periode Devon merupakan titik balik dalam sejarah Bumi. Studi kami dari fosil ikan dari periode tersebut benar-benar membantu kita memahami evolusi Bumi dan kehidupan yang hidup di atasnya," kata Ted Daeschler, paleontologis dari akademi tersebut.

Sumber: http://tekno.liputan6.com/read/354242/sampah-kulit-jeruk-bisa-jadi-bahan-bakar
Peradaban Mesir Kuno TernyataTelah Mengenal Gel Rambut

Peradaban Mesir Kuno TernyataTelah Mengenal Gel Rambut

StewartSynopsis
- Peradaban mesir kuno ternyata telah mengenal gel rambut, salah satu kunci hair styiling dari kehidupan modern saat ini. Hal ini ditemukan setelah arkeolog dari KNH Center for Biomedical Egyptology di University of Manchester Inggris, Natalie McCreesh dan rekannya meneliti mumi dari masa Mesir Kuno.
Berdasarkan penelitian, ditemukan bahwa gel rambut dipakai agar rambut tetap tertata, baik selama hidup maupun mati. McCreesh mengambil sampel 18 mumi. Mumi yang tertua berusia 3500 tahun, namun rata-rata diekskavasi dari kompleks pemakaman Dakhleh Oasis di Western Desert dan berasal dari masa Greco Roman, kira-kira 2300 tahun yang lalu.
Umur manusia yang dimumikan bervariasi dari 4-58 tahun. Sebagian manusia tersebut dimumikan secara artifisial sementara yang lain termumikan secara alami dengan pasir yang menguburnya.
Kesimpulan bahwa manusia Mesir Kuno telah memakai gel dibuat karena analisis dengan mikroskop elektron menunjukkan bahwa ada 9 rambut mumi yang dilapisi oleh substansi misterious mirip lemak. Setelah diteliti dengan kromatografi dan spektrometri massa, diketahui bahwa substansi itu mengandung asam lemak rantai panjang termasuk asam palmitat dan asam stearat. Hasil ini dipublikasikan di Journal of Arachaeological Science.
Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa substansi itu ditemukan di mumi yang diawetkan secara natural maupun artifisial. Substansi juga ditemukan baik pada mumi perempuan maupun laki-laki. Dalam analisis, peneliti tidak menemukan resin dan material pembalsaman di rambut, menunjukkan bahwa rambut dilindungi dan ditata terpisah. "Mungkin mereka tahu kalau rambut tak akan terdegradasi seperti bagian tubuh lain," kata McCreesh.
Menanggapi kesimpulan penelitian, John Taylor, kepala koleksi mumi di British Museum mengatakan bahwa ide bahwa manusia Mesir Kuno memakai gel rambut itu mungkin saja. "Rambut adalah simbol status," katanya.

Namun, sejauh ini, teks dari masa Mesir Kuno yang telah dianalisis tidak pernah menyebut adanya pemakaian gel rambut, walaupun pemakaian minyak wangi dan lotion di tubuh telah diketahui. Taylor mengungkapkan, "Kuncinya sekarang ada pada wig Mesir Kuno. Rambut kadang-kadang dilapisi dengan bees wax."

Menurut Taylor, wig itu telah ditemukan di makam Mesir Kuno sejak, diperkirakan sangat mahal dan hanya dipakai kalangan terbatas atau yang dihormati. "Sebagian besar mumi yang saya lihat menggunakan rambut asli," tambah Taylor seperti dikutip Nature.

Gel rambut yang dimaksud mungkin bees wax. McCreesh sendiri mengatakan bahwa ia tidak tahu apakah gel rambut yang dimaksud adalah bees wax atau bukan. Namun, ia mengatakan bahwa jika itu adalah bees wax, akan sangat sulit dibilas dibandingkan dengan lemak hewan. Untuk memastikannya, saat ini Creesh akan berencana menganalisa senyawa lebih lanjut serta mengetahui resep pembuatan gel rambut kuno ini.

Sejauh ini, penelitian menunjukkan bahwa dengan gel rambut yang dimaksud, orang Mesir Kuno bisa membuat beragam gaya, mulai pendek panjang, keriting ataupun lurus dan sebagainya. Sekali lemak dipakai, rambut dijamin takkan berubah gaya. Keriting akan tetap keriting. "Anda bisa membayangkan bagaimana mereka ketika hidup, menata rambut dan mengeritingnya," kata McCreesh.

Sumber: KOMPAS.com
Guci zaman Romawi Kuno Menyimpan Misteri Yang Belum Terpecahkan

Guci zaman Romawi Kuno Menyimpan Misteri Yang Belum Terpecahkan



Katie Urban/Museum of Ontario Archaeology Guci dari zaman Romawi berumur 1.800 tahun yang belum terungkap digunakan untuk apa pada saat itu.

— Guci dari zaman Romawi kuno menyimpan misteri yang belum terpecahkan. Meskipun sudah direstorasi, ilmuwan belum dapat mengidentifikasi artefak tersebut.

"Ilmuwan dibuat bingung oleh guci misterius tersebut. Kami sudah kirim guci kepada beberapa ahli tembikar Romawi dan ahli tembikar lain, tapi belum ada satu pun yang bisa memberikan informasi," kata Katie Urban, seorang peneliti di London.

Guci yang memiliki tinggi 40 sentimeter tersebut diperkirakan berasal dari 1.800 tahun lalu. Sebelum disusun ke bentuk semula, guci itu terdiri atas 180 keping potongan tak dikenal yang tersimpan di Museum of Ontario Archeology. Setelah disusun kembali, guci tetap misterius karena bentuknya yang penuh lubang.

Pendapat para ahli umumnya bisa dibagi ke dalam dua kelompok besar. Kelompok pertama menduga guci tersebut adalah lampu. Sementara kelompok lain memperkirakan guci itu adalah tempat penyimpanan binatang, seperti tikus dan ular. Namun, lagi-lagi itu semua masih dugaan belaka karena sampai saat ini belum ada artefak lain serupa guci itu yang ditemukan.

Selain itu, misteri juga masih menyelimuti kepastian asal-usul artefak kuno tersebut. Sebuah dokumen penelitian menyebutkan, guci itu merupakan salah satu artefak Romawi Inggris yang dihibahkan kepada pihak museum pada tahun 1950 oleh seorang arkeolog bernama William Francis Grimes. Namun, Urban berpendapat lain. "Bagaimana guci itu bisa menjadi koleksi kami belum jelas 100 persen. Kami masih berupaya mencari penjelasannya," kata Urban.

Saat ini, guci tersebut dipamerkan di Museum of Ontario Archeology sebagai bagian dari pameran "Ur and Roman Britain".



Sumber: KOMPAS.com
Fosil Kayu Tertua Berusia 400 Juta Tahun

Fosil Kayu Tertua Berusia 400 Juta Tahun

Science/AAAS Fosil pohon tertua dilihat secara mikroskopis.

— Fosil dua kayu pohon tertua ditemukan. Akan tetapi tunggu dulu, kayu ini bukan berasal dari pohon tinggi layaknya di hutan hujan tropis, melainkan berasal dari herba.

Kayu pohon itu berasal dari periode Devonian, saat tanaman sederhana mulai membentuk koloni. Satu kayu pohon ditemukan di Perancis berusia 407 juta tahun dan lainnya ditemukan di Kanada berusia 397 juta tahun.

Berdasarkan pernyataan peneliti, Phillipe Gerrienne dari University of Liege, Belgia, yang dilansir di New Scientist, Kamis (11/8/2011), umur dua fosil kayu pohon ini memecahkan rekor pohon tertua sebelumnya yang berusia 10 juta tahun.

Ilmuwan mengatakan bahwa tanaman ini menjadi bukti tanda pertumbuhan sekunder tumbuhan paling awal. Tanaman memiliki sel kortikal berdinding tebal.

Lewat penemuan ini, Gerrienne mengungkapkan pendapatnya tentang evolusi pohon. Menurut teori yang berkembang, evolusi 385 tahun lalu disebabkan oleh kebutuhan untuk mencari cahaya dan menopang ranting. Namun, penemuan menunjukkan hal berbeda.

"Adanya sel kortikal yang tebal menunjukkan bahwa evolusi dipicu oleh kendala hidrolik, bukan kebutuhan mekanik untuk tumbuh lebih tinggi," tulis Gerrienne dalam makalahnya.

Menurut Gerrienne, tinggi tanaman yang hanya 12 cm tidak membutuhkan dukungan banyak. Evolusi berlangsung agar dapat meningkatkan efisiensi transportasi air.

Kesimpulan Gerrienne memberi pandangan baru dalam evolusi tumbuhan. Penelitian Gerrienne dilakukan bersama timnya yang berasal dari berbagai universitas di Eropa dan Amerika.

Sumber: KOMPAS.com

Jaringan Terowongan Raksasa Zaman Batu

Jaringan Terowongan Raksasa Zaman Batu



Daniel Hausner

— Sejak zaman batu, manusia sudah membangun terowongan bawah tanah. Jaringan terowongan bawah tanah dari zaman batu bisa ditemukan membentang dari Skotlandia hingga Turki.

"Bukti-bukti keberadaan terowongan tersebut telah ditemukan di bawah ratusan permukiman zaman neolitik di seluruh benua," kata arkeolog Jerman, Heinrich Kusch, yang memaparkan hal tersebut dalam bukunya, Secrets of the Underground Door to an Ancient World.

Dalam buku itu, Heinrich menyebutkan, banyaknya terowongan yang masih ada hingga saat ini sejak 12.000 tahun lalu menjadi bukti betapa besar jaringan terowongan pada masa itu. "Di Bavaria, Jerman, saja kami menemukan terowongan sepanjang 700 meter. Sementara di Styria, Austria, kami menemukan terowongan serupa sepanjang 350 meter," katanya.

Terowongan-terowongan tersebut berjumlah ribuan dan membentang dari Skotlandia hingga Mediterania. Terdapat ceruk dalam setiap terowongan, yang di beberapa tempat berukuran cukup besar dan dilengkapi dengan tempat duduk, tempat penyimpanan, dan bahkan kamar.

"Meski tidak semuanya tersambung, jika disatukan, akan menjadi terowongan bawah tanah raksasa," ungkap Heinrich.

Sebagian ahli meyakini, jaringan terowongan tersebut merupakan jalan terlindung bagi manusia untuk menghindari predator. Sementara ahli lain meyakini, beberapa jaringan terowongan yang tersambung berfungsi seperti jalan raya zaman sekarang sebagai sarana mobilitas yang aman dari perang, kekerasan, bahkan cuaca di permukaan tanah.



Sumber : sains.kompas.com

Jejak Dinosaurus Ditemukan di Australia

Jejak Dinosaurus Ditemukan di Australia

Anthony Martin

— Sebanyak 24 jejak kaki dinosaurus ditemukan dalam keadaan utuh di Australia. Jejak kaki ini diduga milik dinosaurus yang berkeliaran di Antartika sejak 100 juta tahun yang lalu.

"Ini merupakan penemuan yang luar biasa karena mereka mewakili jejak dinosaurus yang tinggal di kutub," ungkap Anthony Martin dari Emory University yang menemukan jejak tersebut di Victoria, Australia.

Menurut Martin, jejak tersebut milik salah satu spesies dinosaurus karnivora theropod. Temuan ini menambah rangkaian temuan di Australia. Beberapa waktu lalu, di Victoria juga, fosil dinosaurus ditemukan. Ilmuwan meyakini bahwa jejak itu milik Ornithomimosaur. Akan tetapi, ilmuwan masih belum bisa memastikannya.

Dari jejak yang ditemukan, kumpulan Ornithomimosaur tersebut mempunyai tiga ukuran berbeda, dari seukuran ayam hingga sebesar truk. Jejak tersebut ditemukan di Pantai Milanesia, Taman Nasional Otways, sebelah barat Melbourne. Diduga jejak terbentuk saat masa Paleogeografi, saat Australia masih terhubung dengan Antartika.

"Penemuan ini dapat memengaruhi dunia biologi dan ekologi," kata Martin. "Karena jejak ini memberikan informasi mengenai bagaimana dinosaurus berinteraksi dengan ekosistem di kutub di waktu yang penting," jelasnya.

Menurut Martin, saat jejak tercipta 115-105 juta tahun yang lalu, Bumi sedang mengalami pemanasan global dengan temperatur 68 derajat Fahrenheit.



Sumber: sains.kompas.com

Fosil "Mayfly" Petunjuk Evolusi Serangga

Fosil "Mayfly" Petunjuk Evolusi Serangga


Stuttgart Natural History Museum Fosil serangga purba yang memberi petunjuk evolusi serangga.

— Fosil serangga purba yang ditemukan di Amerika Selatan (AS) akan diteliti untuk mendapatkan petunjuk mengenai evolusi serangga bersayap. Bentuknya menyerupai lalat capung (mayfly), salah satu jenis serangga yang tergolong primitif dengan periode hidup hanya sehari.

Spesimen baru yang diteliti para ilmuwan dari Stuttgart Natural History Museum tersebut merupakan serangga purba dari kelas Cretaceous tingkat rendah yang dapat ditemukan di Amerika Selatan.

"Serangga ini memiliki perbedaan yang besar, baik dalam hal anatomi maupun cara hidup, dibandingkan jenis serangga lain," jelas peneliti.

Menurut tim peneliti yang dipimpin dua ahli serangga, Arnold Staniczek dan Günter Bechly, serangga diperoleh dari fosil misterius yang disebut Coxoplectoptera. Namun, serangga jenis tersebut dipastikan telah punah.

"Masih merupakan kerabat dari lalat capung yang ada sekarang," kata Staniczek. Lalat capung yang hidup sekarang termasuk dalam ordo Ephemeroptera, yang berasal dari bahasa Yunani kuno, yaitu ephemeros yang berarti hidup singkat dan pteron yang berarti sayap. Serangga ini menjalani siklus metamorfosis tak sempurna dalam waktu sehari.

Karena perbedaan hidup dan kekerabatan itulah, penelitian di masa depan diharapkan dapat memberikan petunjuk bagi evolusi serangga bersayap yang saat ini masih menjadi perdebatan.

Penelitian mengenai serangga purba ini diterbitkan dalam jurnal ilmiah Insect Systematics & Evolution pada sekitar pertengahan Juli lalu.


Sumber:KOMPAS.com

Fosil Kera Berumur 20 Juta Tahun Ditemukan di Uganda

Fosil Kera Berumur 20 Juta Tahun Ditemukan di Uganda

Ilmuwan Uganda dan Prancis telah menemukan fosil tengkorak kera memanjat pohon dari sekitar 20 juta tahun lalu di wilayah Karamoja, Uganda, Selasa (2/8).

Para ilmuwan menemukan sisa-sisa fosil pada 18 Juli lalu, dan terus mencari fosil di wilayah yang dulu merupakan gunung berapi di Karamoja, daerah semi-kering di bagian timur laut Uganda.

"Ini pertama kali tengkorak lengkap kera dari era itu ditemukan. Ini adalah fosil yang sangat penting," Martin Pickford, seorang paleontolog dari College de France, Paris.

Pickford mengatakan studi awal dari fosil menunjukkan bahwa herbivora memanjat pohon itu berusia 10 tahun ketika meninggal, memiliki kepala seukuran simpanse, tetapi dengan otak babon, jenis kera yang lebih besar.

Sumber:mediaindonesia.com

Bridgette Senut, seorang profesor di National Musee d'Histoire Naturelle, mengatakan fosil yang ditemukan itu tetap akan dibawa ke Paris untuk menjalani pemeriksaan dengan sinar-x dan didokumentasikan sebelum dikembalikan ke Uganda.

"Ini akan dibersihkan di Prancis, kemudian setelah diteliti waktu sekitar satu tahun, baru akan dikembalikan ke Uganda,"kata Senut.

Menter Muda Pariwisata, Satwa Liar dan warisan Budaya Uganda mengatakan tengkorak yang ditemukan itu merupakan sepupu jauh dari fosil kera Hominidea. (Reuters/OL-2)
Olimpia Mungkin Dihancurkan Tsunami

Olimpia Mungkin Dihancurkan Tsunami


Pierers Universal-Lexikon, 1891 via Wikipedia Gambaran Olimpia kuno di Yunani tempat penyelenggaraan Olimpiade.

— Olimpia yang dikenal dalam sejarah sebagai pusat pemujaan terhadap Dewa Zeus dan penyelenggaraan olimpiade pada masa Yunani kuno diperkirakan hancur oleh tsunami. Inilah hipotesis ahli paleotsunami Institute of Geography of Johannes Gutenberg University Mainz, Jerman, Andreas Vött, yang melakukan analisis sedimen dan studi paleotsunami di timur Mediterania.

Jejak tsunami ada pada lapisan sedimen yang merekam peristiwa dalam kurun waktu 11.000 tahun terakhir. Hipotesis Vött membantah hipotesis sebelumnya yang mengatakan bahwa Olimpia hancur oleh gempa bumi tahun 551 AD dan banjir Sungai Kladeos.

"Baik komposisi maupun ketebalan sedimen yang ditemukan di Olimpia tidak mengarah pada potensi hidrolik Sungai Kladeos dan geomorfologi lembahnya. Sangat tidak mungkin kehancuran adalah akibat sungai itu," kata Vött.

Penemuan cangkang moluska atau hewan lunak dan foraminifera menegaskan hipotesis Vött. Keduanya menunjukkan bahwa sedimen yang mengubur Olimpia sedalam 8 meter selama ratusan tahun hingga ditemukan kembali 250 tahun lalu berasal dari lautan. Tsunami adalah satu-satunya mekanisme yang bisa membawa sedimen itu sebab Olimpia sebenarnya berada di ketinggian 33 meter di atas permukaan laut.

Dalam skenario Vött, gelombang tsunami masuk mendesak arus Sungai Kladeos dan Alpheios. Akibat desakan arus itu, Olimpia pun banjir dan hancur. Banjir tak segera surut karena aliran sungai Kladeos ke Sungai Alpheios terblokir oleh tsunami yang datang. Berdasarkan analisis sedimen, terbukti bahwa skenario ini terjadi secara berulang dalam kurun waktu 7.000 tahun terakhir.

Hipotesis kehancuran Olimpia akibat tsunami juga semakin kuat sebab sedimen yang identik dengan di Olimpia juga ditemukan di bukit dekat pantai. Ditambah lagi, fakta bahwa dahulu Olimpia terletak lebih dekat dari lautan sehingga lebih mungkin dihantam tsunami. Puing-puing Olimpia yang ditemukan juga mengambang di atas sedimen sehingga kecil kemungkinan kehancuran Olimpia disebabkan oleh gempa.

Vött mengungkapkan, tsunami di Yunani bukanlah peristiwa langka. "Evaluasi sejarah menunjukkan bahwa di Yunani bagian barat, rata-rata ada satu tsunami setiap 8-11 tahun," kata Vött. Tsunami di wilayah itu umumnya dipacu oleh aktivitas seismik akibat patahan Afrika dan Eurasia. Ke depan, Vött akan mempresentasikan hasil analisisnya di konferensi ilmiah di Corinth, Yunani, September mendatang.

Sumber:KOMPAS.com

Fosil Reptil Laut Purba Ditemukan di Alaska

Fosil Reptil Laut Purba Ditemukan di Alaska

Patrick Druckenmiller Fosil Thalattosaur yang ditemukan di Alaska

ALASKA, — Tim paleontolog dari University of Alaska Museum of the North berhasil menemukan fosil reptil laut purba yang seolah "tertancap" di batuan wilayah pasang surut perairan Kake, tenggara Alaska. Berdasarkan hasil identifikasi, reptil laut purba itu merupakan jenis kadal laut (Thalattosaur) yang hidup pada zaman dinosaurus.

Fosil itu diperkirakan berumur 220 juta tahun. "Berdasarkan umur batuan dan apa yang saya lihat pada gambar yang diambil, saya 99 persen yakin akan kepastiannya," kata Patrick Druckmiller, kurator Museum Fairbanks yang melakukan ekskavasi dan menganalisa fosil reptil purba ini seperti dikutip Foxnews, Kamis (28/7/2011).

Fosil Thalattosaur diketahui merupakan fosil vertebrata terlengkap yang pernah ditemukan. "Ini adalah spesimen reptil Triassic yang terawetkan paling baik dan paling lengkap sejauh saya terlibat dalam beragam penelitian," kata Jim Baichtal, geolog Tongass National Forest, yang pertama kali mengirim foto ke Fairbanks dan juga terlibat dalam ekskavasi.

Druckmiller mengungkapkan, penelitian terhadap Thalattosaur ini bisa membantu mencari informasi tentang kehidupan reptil purba pada masanya. "Fosil ini sangat lengkap dan sekali kita mengungkap skeleton lainnya, kita bisa membandingkannya dengan Thalattosaur lain dan mengetahui apakah spesimen ini merupakan spesies baru," kata Druckmiller.

Menurut dia, ada beberapa makhluk yang menyerupai spesimen yang ditemukan. Salah satunya ialah Endennosaurus, satu dari 10 jenis Thalattosaur yang kini berhasil diidentifikasi. Thalattosaur yang besar bisa berukuran hingga 3 meter. Druckmiller mengatakan, spesimen yang ditemukan di Alaska ini kemungkinan berukuran setengahnya.


Sumber : KOMPAS.com

Fosil puluhan hewan purba ditemukan di satu tempat

Fosil puluhan hewan purba ditemukan di satu tempat

Fosil puluhan hewan purba ditemukan di satu tempat

KarenJaros/stock.xchng

Puluhan hewan besar, seperti mammoth dan mastodon yang mati 150.000 tahun lalu, ditemukan di sekitar resor ski, dalam sebuah sedimen dasar danau yang mengering di Rocky Mountains, Colorado, Amerika Serikat. Penemuan dari zaman es ini diyakini sebagai koleksi terbesar yang ada ditemukan di satu tempat.

Penemuan mammoth pertama terjadi pada Oktober lalu saat kontraktor sedang mempersiapkan tempat untuk pembangunan dam baru di tempat penampungan air dekat Snowmass Village, bagian dari resor ski Aspen. Saat itu, mereka menemukan tulang belulang mammoth.

Hingga kini, di lokasi berketinggian 2.500 meter itu sudah ditemukan 600 tulang. Palaeontolog dari Denver Museum of Nature and Science yang memimpin penggalian menemukan sisa-sisa dari 4 mammoth columbia, 10 mastodon amerika, 4 bison purba, seekor spesies rusa, dan salamander harimau.

Fosil bison yang ditemukan memiliki tanduk sepanjang sekitar 90 cm. Bobot bison tersebut diperkirakan mencapai 114 kg. Dengan demikian, besarnya diperkirakan 2 kali lipat bison modern. Saat mencoba menyatukan kedua tanduk bison ini, para peneliti menemukan bahwa lebar tengkorak bison ini mencapai 2,5 meter.

Mereka juga menemukan lebih dari 15 gading, termasuk gading berukuran 2,4 meter yang diperkirakan milik mastodon. Selain itu, ditemukan juga sisa-sisa pohon dengan bekas gigitan berang-berang. Bekas-bekas gigi juga ditemukan pada beberapa tulang hewan yang kemungkinan dibunuh predator. Meskipun demikian, para peneliti belum menemukan sisa-sisa predator.

Hewan-hewan ini diperkirakan hidup antara 150.000 dan 50.000 tahun lalu, saat sebagian besar Eropa dan Amerika Utara tertutup gletser dari zaman es.

Kini, para peneliti sedang berusaha mencari tahu penyebab hewan-hewan ini terkubur bersama di satu lokasi seluas 4.000 meter persegi. Para peneliti menduga hewan-hewan mendatangi lokasi itu dengan tujuan mendapatkan air minum di tempat yang dulu merupakan danau ini. Para ahli juga menduga beberapa hewan melintasi permukaan danau yang membeku dan kemudian jatuh ke dalam air ini. Akibatnya, hewan-hewan ini terawetkan di dasar danau.

Fosil-fosil itu juga diduga telah melewati periode yang panjang sehingga dapat dipakai untuk memperkirakan perubahan ekosistem pada saat itu. "Mammoth dan mastodon hampir tidak pernah ditemukan bersama di satu lokasi karena mereka hidup di lingkungan yang sangat berbeda. Jadi, di sini kita bisa melihat perubahan ekosistem di sekitar danau," ujar Johnson. Ia juga menyebutkan kalau area ini dulunya mungkin ditutupi hutan. Namun kemudian, area ini berubah menjadi rawa.

"Temuan ini adalah harta karun fosil zaman es. Banyak fosil yang masih murni, seperti diawetkan dengan baik. Beberapa tulang yang kami temukan masih putih, daun-daun masih hijau, dan cabang pohon masih ditempeli kulit kayu," kata Kirk Johson, salah satu peneliti yang memimpin ekspedisi ini.

Para paleontolog berharap menemukan lebih banyak fosil saat kembali ke situs ini pada musim semi, ketika salju telah mencair.

Sumber : national geographic indonesia
Lonceng Kecil Berumur 2000 Tahun Ditemukan Di Yerusalem

Lonceng Kecil Berumur 2000 Tahun Ditemukan Di Yerusalem

Sebastian Scheiner / AP

Suara terdengar terakhir 2.000 tahun yang lalu, kini terdengar lagi. Sebuah lonceng emas kecil yang jatuh dalam gorong-gorong di bawah Kota Tua Yerusalem era Romawi telah ditemukan oleh para arkeolog Israel.

Bola kecil, yang hanya berdiameter satu sentimeter tersebut , kemungkinan besar merupakan hiasan dari pakaian penduduk kaya. Kitab Keluaran menyebutkan lonceng emas kecil ini dijahit di tepi gaun para Imam , meskipun tidak diketahui apakah bel ini adalah salah satunya.

Eli Shukron arkeolog dari Israel Antiquities Authority mengatakan bel kecil ini mungkin jatuh dan menggelinding ke selokan dari pemiliknya.

Shukron mengatakan, penemuan ini "sangat langka".

Ketika lonceng dipukul pada Minggu, dipancarkan suara logam denting yang samar dan bergetar.

Sumber : msnbc.msn.com/
Ditemukan Patung Kakek Raja Tut

Ditemukan Patung Kakek Raja Tut

Kenneth Garrett Patung Amenhotep III.

KOMPAS.com - Enam potongan dari patung eyang Raja Tut ditemukan di sebuah kuil di tepi barat Sungai Nil di Nuxor, Mesir. Menteri Kebudayaan Mesir Farouk Hosny mengumumkan temuan tersebut pekan lalu.

Tiga potongan yang ditemukan adalah fragmen yang berasal dari patung sang kakek, Raja Amenhotep III. Potongan tersebut adalah fragmen dada kanan, nemes (penghias kepala berpola garis-garis), dan kaki. Sementara tiga potongan lain berasal dari patung sang nenek Ratu Tiye. Potongan itu merupakan rambut palsu, fragmen tangan kiri, jari dan kaki. Selain itu, tim juga menemukan bagian dasar dari kedua patung.

Keenam potongan saat ini masih disimpan di situs Medinet Habu di Nuxor. Tapi, semua potongan akan segera dipindah ke Egyptian Museum di Kairo untuk restorasi dan penempatan pada patung.

Raja Amenhotep III memerintah selama 39 tahun (1390-1352 SM), ketika Mesir berada dalam puncak perkembangan kemakmuran dan budaya.

Kedua patung itu pertama kali ditemukan pada tahun 1889 di Medinet Habu. Saat itu, tim dari Italia melakukan restorasi dan mengisi bagian yang hilang dengan batu-batu modern.

Kisah tentang Raja Tut bisa dibaca pada artikel fitur Rahasia Keluarga Raja Tut pada National Geographic Indonesia edisi September 2010.(National Geographic Indonesia/Alex Pangestu)


Sumber : sains.kompas.com

Fosil Kadal Hamil Ditemukan di China

Fosil Kadal Hamil Ditemukan di China

Sebuah fosil kadal sedang mengandung telah ditemukan di China. Fosil berumur lebih dari 120 juta tahun ini merupakan fosil kadal tertua yang ditemukan dalam keadaan mengandung.

Fosil ditemukan di bebatuan Jehol, China bagian timur laut, yang kandungan kapurnya seringkali mengungkapkan berbagai spesies dinosaurus. Saat ditemukan, fosil ini berisi lusinan embrio di dalam tubuhnya. Menurut peneliti, kadal ini mati hanya beberapa hari sebelum melahirkan. Peneliti dari University College London yang meneliti tentang fosil mengatakan bahwa kadal ini terkubur pada masa Cretaceous.
Fosil ini semakin menarik karena, menurut para peneliti, mereka beranak, tidak bertelur. Menurut penelitian, hanya 20 persen dari populasi kadal dan ular yang bereproduksi dengan beranak.

Profesor Susan Evans yang memimpin penelitian mengatakan, "Saat pertama kali melihat, saya tidak begitu peduli dengan fosil ini." Kemudian, Yuan Wang, rekan Susan dari Chinese Academy of Sciences menemukan setidaknya 15 embiro di dalam fosil tersebut. "Dengan bantuan mikroskop, saya dapat melihat semua bayi kecil itu," tambah Susan. Dengan melihat lebih dekat, pertumbuhan gigi dari embrio-embrio ini dapat terlihat.

Peneliti mengira reproduksi dengan beranak merupakan ciri dari spesies air. Namun, kadal ini berdomisili di darat, walaupun mereka dapat berenang. "Kami tahu kalau kadal ini hidup dekat dengan air dan tinggal di darat," ucap Susan. Dengan keadaan seperti ini, kadal tersebut dapat menyelam ke dalam air jika ada predator yang ingin memangsanya.

Fosil kadal ini termasuk ke dalam Yabeinosaurus, yaitu kadal besar yang tumbuh lambat dan cukup primitif. (Sumber: BBC)

Top